Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh….
Haii teman-teman!!!
Perkenalkan namaku Hizban Mumtaz Fahmi Azzam. Aku adalah siswa dari SMP IT As-Salaam dan sekarang duduk di bangku kelas 9.
Aku akan menceritakan pengalaman ku selama berada di SMP ini.
Please stand by yaps:)
Masuk ke SMP IT As-Salaam ini adalah suatu anugerah yang sangat besar bagiku, karena sebelumnya aku tak mengira akan masuk SMP ini, sebelumnya aku sudah beberapa kali daftar di sekolah-sekolah lain, tapi apa boleh buat takdir berkata lain.
Hari pertama masuk sekolah, waktu itu orang yang aku kenal hanyalah Riza, ya dia memang temanku sejak masih TK, entah mengapa kami selalu bareng bahkan hingga SMP.
Aku yang waktu itu masih sangat pemalu, palingan hanya mengobrol dengannya saja, maklum saja karena orang-orang disekitar ku sepertinya sudah punya geng masing-masing.
Setelah diumumkan aku masuk kelas 7A, aku sangat senang karena sekelas dengan Riza, jadi aku ada teman mengobrol, aku tak yakin bisa dapat teman, apalagi mereka semua terlihat seperti orang-orang yang gaul menurutku.
Lambat laun, sedikit demi sedikit akhirnya aku mempunyai beberapa teman, mulai dari yang pertama Reza, Fetra, Rabbani, Naufal hingga Dika. Mereka adalah orang-orang yang baik menurut ku, aku tak sangka akan bertemu orang-orang asik seperti mereka ini, kami pun akhirnya berteman baik.
Guru-guru disini pun benar-benar sangat baik sekali padaku, aku benar-benar merasakan feel yang berbeda, seolah-olah mereka adalah orang tua ku. Wali kelas ku di kelas 7 waktu itu adalah Bu Listia.
Bu Lis sangat perhatian sekali terhadap semua murid-muridnya, aku pun sangat senang diajar olehnya. Cara penyampaiannya yang enak dan ramah serta tegas membuatku betah ketika belajar dengan beliau.
Semakin lama, aku mulai beradaptasi di sekolah ini, ternyata tidak se-mengerikan seperti yang aku bayangkan sebelumnya, disini cukup menyenangkan.
Naik ke kelas 8, Alhamdulillah aku masuk 8A dan kebetulan wali kelas nya Bu Listia lagi, aku sangat senang sekali. Tetapi ada sedihnya juga, karna aku harus pisah kelas dengan teman dekatku yaitu Naufal. Di kelas ini banyak teman-teman yang sebelumnya aku tidak dekat jadi lumayan dekat, ternyata aku hanya harus bersosialisasi saja.
Karena sekarang sudah kelas 8, otomatis ada adik kelas 7. Ya, ada satu orang adik kelas yang juga adalah sepupuku, dia adalah Farhan, aku sangat senang karena kita bisa satu sekolah akhirnya. Aku pun mulai mencoba berkenalan dengan adik-adik kelas yang lainnya, mereka juga banyak yang baik-baik.
Kelas 8 semester 2. Akhirnya waktu ini tiba. Ya, aku dan teman-teman seangkatan ku, akan pergi ke kampung Inggris, Pare. Ini adalah program khusus kelas 8. Kami akan berada disana selama kurang lebih 2 minggu.
Banyak persiapan yang harus aku lakukan, tapi sedikit demi sedikit akhirnya bisa selesai juga. Agak berat sebenarnya 2 minggu pergi apalagi tanpa orang tua, tapi pada akhirnya aku harus tetap pergi karena ini adalah kewajiban ku.
Akhirnya kami berangkat. Memakan waktu kurang lebih 16 jam, akhirnya kami sampai, walau banyak rintangan di jalan. Sampai di Pare, suasananya sangat berbeda dengan di Bogor. Di sana lebih asri dan masih banyak sawah-sawah.
Setelah sampai, kami langsung ditunjukkan kamar-kamarnya. Satu kamar berisi sekitar 4-5 orang. Setelah itu bertemu dengan para teacher yang akan mengajar kami nantinya.
Mereka sangat baik-baik sekali, mengajarkan kami semua dengan sabar walau kadang kami melakukan kesalahan.
Hari-hari awal memang terasa cukup berat, karena belum bisa beradaptasi dengan lingkungan baru di sekitar. Tapi walau begitu aku terus berusaha untuk beradaptasi dan melakukan semuanya dengan semaksimal mungkin.
Seminggu berlalu. Aku sudah mulai beradaptasi dan terbiasa dengan lingkungan ini, ternyata sangat asik, apalagi bisa sekamar dengan teman-teman. Terkadang kami suka tukar-tukar kamar, jadi tiap malam pasti berbeda-beda kamar tidur nya, hehe. Ya begitulah. Suasana ini benar-benar tidak pernah aku rasakan sebelumnya.
Masuk minggu kedua. Hari-hari berjalan seperti biasanya. Dari pagi belajar hingga sore hari. Semua itu kami lakukan dengan senang hati.
Akhir minggu kedua ini, setelah selesai belajar kami diajak jalan-jalan keliling Pare, aku sangat bersemangat sekali. Kami diajak ke Candi Tegowangi dan Candi Surowono, lalu ke kebun bibit. Dan puncaknya yaitu ke Jatim Park 1 di Malang.
Disana ada banyak sekali wahana-wahana permainan selain itu juga ada museum-museum. Benar-benar sangat menyenangkan, bermain bersama teman-teman dan menghabiskan waktu seharian bersama mereka.
Sore harinya kami kembali lagi ke Pare dan beristirahat setelah seharian lelah bermain.
Keesokan harinya. Kami harus mempersiapkan diri untuk perpisahan, disana aku diminta untuk tampil bercerita bahasa Inggris atau story telling. Awalnya aku sangat gugup tapi aku harus memaksakan diri untuk tetap tampil.
Pada siang harinya sebelum acara perpisahan dimulai, aku dan beberapa teman ku pergi ke pusat oleh-oleh Pare, tempatnya cukup jauh bila berjalan kaki, tapi walaupun begitu, aku tetap pergi bersama teman-temanku.
Ketika berangkat, kami pun terjebak hujan ditengah jalan. Terpaksa kami harus berteduh sebentar. Beberapa saat kemudian, hujan sudah reda dan kami melanjutkan perjalanan.
Singkat cerita, kami telah membeli beberapa oleh-oleh lalu pulang. Tapi lagi-lagi terjebak oleh hujan, alhasil harus menunggu hujan reda kembali. Lalu Alhamdulillah akhirnya kami bisa sampai walau harus agak basah-basahan karena masih gerimis.
Malam harinya, acara pun dimulai. Mulai dari penampilan tari Saman anak perempuan, lalu aku ber-story telling hingga penampilan dari para guru-guru ku, sangat lucu dan menyenangkan sekali. Tapi setelah itu, suasana tiba-tiba berubah menjadi sedu.
Ya, kami harus berpisah dengan para Mister dan Miss yang telah mengajar kami kurang lebih 2 minggu, kami pastinya akan sangat merindukan mereka. Acara ditutup dengan pemberian hadiah atau thanks giving dari para murid-murid.
Keesokan harinya kami pun pulang ke Bogor. Aku tak menyangka akan seberat ini meninggalkan Pare. Aku sudah beradaptasi dan terbiasa disana, banyak sekali memori dan kenangan yang tidak akan bisa aku lupakan.
Singkat cerita, akhirnya aku masuk kelas 9. Aku sangat senang sekali, tapi waktu itu harus sekolah daring, karena sedang masa pandemi, agak menyebalkan sebenarnya. Waktu itu aku lagi-lagi masuk kelas 9A, tapi kali ini wali kelas nya berbeda. Ya, bukan Bu Listia lagi melainkan Bu Ayu.
Awalnya aku sedih karena Bu Listia tidak menjadi wali kelas ku lagi, tapi aku harus bisa beradaptasi, karena sepertinya Bu Ayu terlihat baik juga.
Waktu demi waktu berjalan, akhirnya pada pertengahan kelas 9, aku bisa sekolah luring lagi. Bertemu teman-teman yang sudah lumayan lama tidak bertemu. Kami pun melepas rindu satu sama lain. Aku sangat senang bisa bertemu mereka lagi secara langsung.
Kelas 9 semester 2. Wah aku benar-benar tak menyangka akan secepatnya ini. Sebentar lagi aku akan menginjak bangku SMA, dan meninggalkan SMP. Pastinya akan sangat berat sekali, harus berpisah dengan teman-teman dan guru yang sudah bersama sekitar 3 tahunan ini.
Aku sangat bersyukur sekali bisa bersekolah disini, aku merasakan perubahan yang drastis dari diriku. Para guru benar-benar sangat sabar dalam mengajariku berbagai hal.
Aku tidak akan pernah melupakan masa-masa SMP ini. Akan aku kenang hingga aku sudah dewasa nanti.
Aku ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada para guru-guru. Aku tidak akan melupakan jasa-jasa kalian, doakan aku ya Pak/Bu, semoga bisa sukses kedepannya.
Dan untuk teman-teman, semoga kalian juga sukses dengan jalan masing-masing, aku tidak akan melupakan masa-masa kita bermain, belajar dan melewati semuanya bersama-sama. Aku sangat senang bisa kenal dengan orang-orang seperti kalian. Sampai jumpa di lain waktu.
Mungkin itu saja cerita pengalaman SMP ku. Disini aku banyak belajar tentang banyak hal, tentunya semua itu tidak lepas dari peran guru yang selalu membimbingku ke jalan yang baik.
Terimakasih yang sudah membaca, maaf kalau ada salah-salah.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
